Nano Influencer: Influencer dengan Harga Terjangkau

Table of Content

Media sosial kini semakin banyak penggunanya, tetapi semakin banyak juga pemain (brand) di dalamnya. 

Sudah tidak asing juga bahwa algoritma Facebook sebetulnya “memaksa” brand untuk melakukan aktivitas non-organik (berbayar) agar mendapat privilege lebih untuk ditampilkan daripada brand yang tidak membayar campaign. 

Namun dengan berbagai keterbatasan yang ada, salah satunya adalah keterbatasan budget, maka kita sebagai pemilik brand harus pintar mencari solusi agar tetap mendapatkan exposure di media sosial namun tidak bakar uang. 

Salah satunya adalah dengan mengutilisasi keberadaan dan peran nano influencer!

Apa itu Nano Influencers?

Sederhananya, Nano Influencers itu adalah selebgram kelas “start-up” secara angka. Tipe influencers ini dapat dikategorikan berdasarkan jumlah followersnya, yaitu dari 1.000 – 5.000 followers.

Mengapa perlu Mempertimbangkan Pemakaian Nano Influencers?

Meskipun followersnya tidak sebanyak superstar social media pada umumnya, jangan salah! Mereka memiliki tingkat interaksi yang tinggi. Hal ini dapat dinilai dari Engagement Rate dan aktivitas pada lapak komen.

Mereka tidak segan-segan membalas semua komentar followersnya, karena juga sedang berada di tahap “social climbing” 

Di sisi lain, followersnya lebih loyal dibanding dengan followers selebgram kelas influencer/ superstar, sehingga mereka cenderung lebih aktif dalam menanggapi postingan mereka.

Standard Engagement Rate pada Nano Influencers ini di atas 10% loh. Figur ini dua kali lebih tinggi dibandingkan kategori influencer lainnya!

Baca juga tentang “influencer palsu”

Apa saja Keuntungan Apabila Berhasil Bekerjasama dengan Nano Influencer?

Menyambung poin diatas bahwa Nano Influencers ini adalah para selebgram yang sedang cari pamor, tentu mereka juga lebih agresif dalam menciptakan konten. 

Berdasarkan data dari SocialPubli, hanya 44% Nano Influencers yang sudah “monetary minded” alias punya rate professional. 

Sisanya, masih sangat terbuka terhadap free endorsement. Kita kasih produk gratis, mereka mau kok ngereview brand atau produk kita di lapak mereka! 

Jikapun berbayar, ratenya kemungkinan besar jauh lebih murah daripada influencer kelas mikro apalagi makro. 

Sebagai contoh di Bandung, banyak nano influencers yang ratenya tidak sampai 100 ribu per post feeds, hemat banget kan!

Bekerja Sama dengan Nano Influencer

Bagaimana Cara Menemukan Nano Influencers?

Kamu bisa temukan di sociabuzz.com atau bertanya kepada followersmu lewat aktivitas di Insta Story (biar sekalian jadi konten yang memancing interaksi) atau temukan secara manual lewat hunting-hunting di explore Instagram.

Cara Menghubungi Nano Influencers?

Kamu bisa menghubungi mereka lewat Direct Message. Karena biasanya mereka jarang menginformasikan alamat email professional mereka.

Jangan lupa perkenalkan brand-mu dengan baik agar mereka sedari awal mampu memutuskan kecocokkan mereka terhadap nilai atau profil brand-mu. 

Sampaikan langsung intensimu menghubungi mereka ya, agar mereka juga tidak bingung (yang akhirnya berujung tidak membalas kontakmu). 

Lebih baik lagi kalau kamu minta nomor WhatsApp atau email mereka, agar tim marketing-mu memiliki pendataan yang baik apabila kedepannya mau bekerja sama lagi dengan influencer yang bersangkutan.

Bagaimana Cara Agar Membuat Nano Influencers Tertarik Bekerjasama?

Coba tawarkan mereka kolaborasi yang sederhana (effortless untuk mereka lakukan) dan menguntungkan juga buat mereka. 

Jangan lupa, kita berharap kerjasamanya free, lho, sehingga jangan “maruk”! Misal: berikan mereka produk secara free dengan timbal balik mereka minimal posting di Insta Story mereka, atau ajak mereka “Instagram Takeover.” 

Jika mau mereka posting dengan nilai lebih besar (di feeds) atau lebih sering, tentu penawaran darimu harus lebih bernilai lagi.

Konten Apa yang Cocok untuk Publikasi Melalui Nano Influencers?

Beda influencers, beda preferensi. Sehingga, jangan sampai kamu menyamaratakan penawaran kolaborasi-mu ke seluruh influencers yah! 

Perhatikan aktivitas mereka di feeds atau instastory. Kalau mereka sering mereview produk, maka tawarkan mereka untuk dikirimkan produk secara gratis agar mereka bisa review. 

Kalau mereka lebih sering giveaway, maka tawarkan voucher atau hadiah yang bisa mereka bagi-bagikan ke followers mereka. 

Sempatkan untuk melakukan riset singkat dulu terhadap nano influencers yang kamu inginkan agar bisa menawarkan sistem barter yang cocok dengan preferensi mereka juga.

Hal-hal Lain yang Perlu Kamu Perhatikan dengan Nano Influencer

Perlu kamu ingat juga, bahwa nano influencers biasanya bukanlah pihak-pihak yang terbiasa bekerja sama secara profesional. 

Jika kamu melakukan paid collaboration dengan mereka, jangan kaget jika mereka belum memiliki invoice yang resmi, atau bahkan tidak terbiasa berkomunikasi melalui email. 

Sesuaikan cara komunikasi dan longgarkan sedikit aturan-aturan bisnis-mu dalam beriklan agar mereka juga merasa nyaman. 

Selain itu, jangan putus komunikasi dengan mereka agar kedepannya siapa tahu mereka naik level menjadi mikro bahkan nano influencers, mereka tetap terbuka berkolaborasi dengan brand-mu (seperti memberikan harga khusus!) karena brand-mu meninggalkan kesan yang baik untuk mereka.

Gimana, bisa banget kan utilisasi nano influencers ini kamu lakukan apabila brand-mu sedang minim budget marketing (atau sedang didistribusikan untuk aktivitas marketing lainnya).

Karena walaupun dengan cost yang kecil, namun jika dilakukan dengan rutin maka bisa mendatangkan manfaat yang besar untuk exposure brand kamu di media sosial!

Semoga bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tentang Penulis.

Rachmat Ananto

Rachmat Ananto

Co-Founder & CEO YILD Creative Marketing. Terperosok ke dalam dunia customer service selama 1 dekade yang membawanya menjadi business development dan analyst.
Analisa Gratis Websitemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ANALISA WEBSITEMU.