Penerapan Metode Delphi dalam Analisis SWOT

Table of Content

Pada artikel ini, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai metode Delphi yang bisa kita pergunakan dalam proses analisis SWOT.

Seperti yang sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya, ada beberapa cara atau metode yang bisa kita pakai dalam sebuah analisis SWOT. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan metode Delphi.

Nah, sebenarnya apa sih arti dari metode Delphi itu?

Pengertian Metode Delphi

Metode Delphi adalah proses pengambilan keputusan dari suatu kasus atau materi, yang dari sekumpulan pendapat beberapa ahli (expert) dalam suatu bidang tertentu, tanpa mereka saling tahu antara yang satu dengan yang lainnya.

Contoh Kasus Metode Delphi.

contoh kasus metode delphi

Ternyata kita sering menggunakan metode ini dalam kehidupan sehari-hari, berikut contoh kasusnya.

Misalnya sobat YILD ingin membeli laptop baru, anda pasti tidak akan beli langsung pada saat itu juga kan?

Saya yakin anda pasti akan mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai spesifikasi, fitur, model dan harga. 

Apakah dengan harga tersebut spesifikasi yang sobat YILD dapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan yang anda harapkan.

Biasanya selama mempertimbangkan keputusan tersebut, kita sering iseng mampir ke beberapa channel Youtube terpercaya yang sering me-review gadget, seperti Marques Brownlee, Unbox Therapy, Gadgetin, Sobathape, dll. 

Hal itu anda lakukan sebagai pendukung pengambilan keputusan kita akan membeli produk yang kita inginkan tersebut atau tidak.

Nah, secara tidak langsung kita sudah menggunakan metode Delphi dalam pengambilan keputusan kita pada saat itu.

Namun perbedaanya, biasanya para ahli analisa menggunakan metode Delphi dengan cara mengumpulkan data melalui kuesioner atau survey yang dilakukan kepada para ahli tersebut.

Lalu hasil jawaban dari para ahli tersebut, akan di floor-kan kedalam forum dan dibahas untuk mencapai suatu keputusan.

4 Tahap Metode Delphi

Selama proses analisa tersebut, seorang analis harus melewati 4 tahap penting dalam metode Delphi.

Apa saja sih tahapannya?

1. Eksplorasi Pendapat

Pada tahap pertama, tim analis akan mengirimkan beberapa pertanyaan kepada para narasumber ahli.

Untuk media dan jumlah pertanyaannya bebas, tergantung dari kebutuhan informasi yang diperlukan oleh tim analis.

2. Merangkum Jawaban dari Para Ahli

Setelah jawaban terkumpul, tim analis akan membagikan hasil jawaban dari ahli-ahli lainnya.

Hal ini dilakukan supaya para ahli disini dapat memikirkan kembali jawaban mereka, apakah mereka mau mengubahnya atau tetap dengan pendapat mereka sebelumnya.

Hal ini sepenuhnya menjadi hak para ahli.

3. Mencari Sumber Informasi Jika Ada Jawaban atau Pendapat yang Berbeda

Tim analis biasanya akan mencari sumber informasi lain jika ada jawaban yang dirasa ‘out of the box’

Mereka harus mengumpulkan literasi dan informasi dari berbagai sumber, sehingga mereka bisa mengetahui, mengapa ahli tersebut memberikan jawaban yang sangat berbeda dengan ahli-ahli lainnya.

4. Evaluasi

4 tahapan metode delphi evaluasi

Ini adalah tahapan final dari tim analis untuk memberikan keputusan atas pendapat yang telah diberikan para ahli.

Kapan Harus Menggunakan Metode Delphi

Kemudian muncul pertanyaan berikutnya, 

“Kapan kita harus menggunakan metode delphi ini ?” 

Yuk kita lihat jawabannya dibawah ini.

1. Pertemuan Langsung Tidak Memungkinkan

pertemuan online

Metode ini dilakukan jika sekumpulan para ahli yang memberikan jawaban atau solusi dari suatu permasalahan, tidak berada di dalam satu kota/negara.

Jadi, hal ini tidak memungkinkan mereka untuk saling bertemu.

2. Ada Satu Dominasi Pendapat

Jika ada kemungkinan dominasi atau kekuatan pendapat berlebih dari para ahli. 

Contoh: Anda sedang ingin menganalisa kemungkinan kemenangan Liverpool. Namun para ahli yang memberikan pendapat adalah fans Manchester United. 

Jawabannya sudah pasti akan subyektif kan ?

Karena itu, anda butuh metode ini untuk menghasilkan jawaban yang objektif.

3. Tidak Ada Data Historis

metode delphi digunakan saat tidak ada data historis

Di saat tim analis tidak mempunyai data historis dari suatu permasalahan. Dengan kata lain, permasalahan yang muncul adalah sesuatu yang sama sekali baru. 

Maka penggunaan metode ini sangat disarankan.


Sumber referensi:

  • Hanke, J. E., and D.W. Wichern, 2005, Business Forecasting , 8th ed, Pearson Prentice Hall
  • Whellwright, S. C., and S. Makridakis, 1980, Forecasting Methods for management, 3th ed, John Wiley & Sons New York
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tentang Penulis.

Rachmat Ananto

Rachmat Ananto

Co-Founder & CEO YILD Creative Marketing. Terperosok ke dalam dunia customer service selama 1 dekade yang membawanya menjadi business development dan analyst.
Analisa Gratis Websitemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ANALISA WEBSITEMU.