Lupakan Likes dan Followers di Instagram

Table of Content

Fenomena penggunaan media sosial sudah terjadi sejak hampir 2 dekade terakhir. Bersamaan dengan itu, keinginan mendapatkan likes dan followers di Instagram semakin menjadi-jadi.

Instagram yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh para pengguna iPhone, sudah bisa diakses juga oleh pengguna Android pada tahun 2012. Hal ini membuat kepopuleran Instagram semakin mendunia.

Saat ini Instagram sudah diunduh oleh 854 juta orang di seluruh dunia. Sedangkan, di Indonesia saja, pengguna Instagram mencapai 62 juta pengguna pada tahun 2020.

Instagram, yang diakuisisi oleh Facebook pada 2012, tidak hanya menjadi media untuk pamer foto liburan anda. Instagram sudah menjadi media bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi setelah diperbaruinya fitur Instagram Shop pada tahun 2020 lalu.

Selebritas Instagram: Penimbun Likes dan Followers

selebritas instagram penimbun likes dan follow

Fenomena “influencer” bertumbuh seiring dengan semakin banyaknya pengguna Instagram. Dengan modal ribuan followers dan puluhan ribu likes, seorang “Instagram Influencer” mampu meraup keuntungan hingga puluhan hingga ratusan juta.

Pada awal dekade 2010-an, para pemilik bisnis berlomba-lomba memakai jasa selebritis jenis baru ini. Mulai dari memberikan produk/servis gratis hingga membayar sampai puluhan juta untuk satu post.

Efektifkah?

Saya melihat sepak terjang para influencer ini sejak 2012 sewaktu saya masih bekerja sebagai desainer grafis di sebuah hotel di Kuta. Di kala itu, secara subjektif, saya tidak melihat satupun influencer yang memberikan dampak signifikan bagi tempat bisnis dimana saya bekerja.

Karena seperti dualitas kehidupan, di semua kebaikan pasti menempel juga keburukan. Likes dan followers Instagram palsu juga diperjual-belikan seperti kacang goreng. Terlebih bagi influencer baru yang ingin pertumbuhan followers cepat, cukup dengan Rp 500 ribu, mereka sudah memiliki ribuan followers.

Kecurangan-kecurangan ini sedikit demi sedikit melunturkan pamor para influencer. Baik yang asli, maupun yang gadungan. Kemudian belum lagi dengan attitude sebagian dari mereka, yang memperlakukan para pemilik bisnis, yang notabene adalah bos mereka, sebagai pesuruh.

Dear fake influencers, you’re over.

Beli Likes dan Followers di Instagram = Upgrade Sales?

Ternyata mitos ini masih dipercaya oleh banyak orang. Bagi para influencer gadungan, mereka menganggap dengan membeli likes dan followers hingga ratusan ribu mampu mendongkrak pamor mereka di jagad Instagram.

Kenyataannya tidak demikian.

Para pemilik bisnis sudah semakin update dengan tools-tools semacam Hype Auditor untuk memeriksa apakah mereka benar-benar telah meng-”influence” banyak orang, atau mereka hanya sekedar orang tidak berduit yang berlagak kaya?

Lebih sedihnya lagi, saya sering melihat para pemilik bisnis juga mengikuti cara-cara tercela ini, dengan harapan bisnis mereka terlihat keren dengan banyaknya followers yang mereka miliki.

Algoritma Instagram yang terus melakukan pembaruan demi menangkal cara-cara curang ini, semakin memperkecil peluang anda yang sudah terlanjur beli follower untuk memperluas reach postingan anda kepada followers asli.

Sebagai ilustrasi, anda sudah beli follower gadungan sebanyak 100 ribu follower.

Kemudian setiap anda posting, postingan anda hanya ditunjukkan kepada sebagian kecil follower anda, dimana sebenarnaya meraka adalah bot.

Mau dapat cuan darimana?

Mendapat Bisnis dari Instagram

Lalu bagaimana cara kita menaikkan growth bisnis kita melalui Instagram? Ini beberapa tips yang sudah kami lakukan untuk klien-klien kami.

Kualitas Konten Menarik Likes dan Followers Instagram

Lupakan untuk berjualan di feed Instagram anda, karena Instagram sudah memiliki fitur khusus untuk berjualan, namanya Instagram Shop.

Tetapkan dalam pikiran anda, bahwa Instagram feed adalah tempat untuk anda membangun koneksi dengan followers anda. Instagram juga tempat bagi anda untuk memberikan nilai atau value bagi followers anda.

Stop taking, starts giving.

Postingan hard selling adalah jenis postingan paling egois. Karena postingan seperti ini hanya menguntungkan diri kita sendiri. Cobalah untuk memberikan value atau solusi yang bisa memecahkan permasalahan followers anda.

Meminjam istilah dari Koko Denny Santoso,

“Anda akan mengubah followers anda menjadi anggota tribe anda.”

Visual yang Menarik

visual konten

Manusia membutuhkan sekitar 0,2 detik untuk mengenali gambar, untuk kemudian memutuskan gambar tersebut menarik atau tidak pada sepersekian detik berikutnya.

Platform Instagram adalah platform visual. Tetapi bukan tidak mungkin anda bisa mengupload pokok pikiran anda ke Instagram.

Gunakan carousel dan design yang clean. Perhatikan juga white space dan ukuran font yang cukup terbaca. Hilangkan kata-kata yang tidak perlu. Langsung sampaikan esensi pesan anda tanpa basa-basi.

Jangan Abaikan Caption

Caption mungkin termasuk salah satu tempat terakhir yang dilirik oleh audience kita. Akan tetapi, bukan berarti anda bisa mengabaikan caption postingan anda begitu saja.

Coba bayangkan, Anda sudah mati-matian membuat konsep konten ber-value tinggi pada post anda. Design juga sudah anda buat sekeren mungkin. Kemudian ketika audience ingin membedah lebih dalam pada postingan anda pada caption, caption anda cuma tertulis;

“Just say..”

Walaupun mungkin tidak merusak, namun value post dan value brand personal anda sendiri sedikit banyak pasti mengalami penurunan di mata audience anda.

Ambil contoh salah satu postingan dari salah satu hero saya; Chris Do. Postingannya sudah bernilai tinggi, namun anda bisa mendapatkan tambahan value lagi setelah melihat captionnya.

Last but Absolutely not Least: Action!

Seperti kata jargon yang tidak asing lagi, “Just Do It”.

Anda sudah memperbanyak referensi design dan melihat tutorial analisa? Sekarang saatnya membuat konten.

Sampai bertemu di jagad maya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tentang Penulis.

Diki Atmodjo

Diki Atmodjo

Co-Founder & CMO of YILD Creative Marketing. Graphic Designer yang kesasar di jalan yang benar. Kini mendalami SEO, Web Design, Paid Campaign dan Melatih koreografi 2 anjingnya.
Analisa Gratis Websitemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ANALISA WEBSITEMU.