Panduan Lengkap Cara Menulis Blog di Website dengan CMS WordPress

Table of Content

Hampir bersamaan dengan launching website kami, saya mencoba menyusun panduan lengkap cara menulis blog di website kamu sendiri yang berbasis WordPress.

Jadi kalau anda ingin blog anda:

Banyak pembaca.

plus

Banyak traffic.

Anda harus melakukan tips-tips praktis cara menulis blog ini.

Yuk mari!!

Kenapa Harus Menulis Blog?

Ada banyak alasan kenapa kamu harus menulis blog. Baik itu di website personal atau bisnis.

Di sini saya menunjukkan dua hal yang menurut saya adalah tujuan esensial dari sebuah artikel blog.

Blog adalah Konten Marketing

Di jaman sekarang ini, siapa sih yang tidak mengandalkan Google untuk mencari informasi?

Seperti kamu tahu, Google Search memiliki database miliaran website di dalam mesin pencarinya. Dan seperti kamu tahu juga, Google menyuguhkan “keyword” sebagai media utamanya dalam menyuguhkan informasi bagi para visitornya.

Fungsi blog inilah yang paling esensial. Blog berperan sebagai media konten marketing pendahulu Instagram dan YouTube, blog terlebih dulu terkenal sebagai alat pemasaran ataupun branding.

Dengan keyword yang terstruktur dengan baik, sebuah artikel bisa muncul dalam halaman pencarian setiap sebuah keyword tertentu muncul pada kolom pencarian Google.

Caranya?

Kita akan membahasnya di sini.

Menulis Blog bisa Dapat Uang.

Tidak hanya sebagai alat branding, menulis sebuah blog artikel juga bisa mendatangkan uang yang sesungguhnya.

Apalagi pada era digital seperti saat ini, menulis blog yang bisa mendatangkan pendapatan bagi kamu, sama sekali bukan hal yang mustahil.

Saya melihat ada 4 cara bagaimana sebuah artikel blog bisa mendatangkan pemasukan bagi kamu.

Yuk kita lihat!

Google AdSense

Ini adalah cara sebagian besar blogger untuk mendapatkan uang dari artikel yang mereka tulis.

Caranya mudah. Kamu cukup sign in menggunakan akun Google kamu ke Google AdSense untuk mengaktifkan akun AdSense kamu.

Setelah itu kamu diminta untuk mengintegrasikan akun Google AdSense kamu dengan website kamu.

Setelah terintegrasi kamu bisa memilih beberapa format ads yang akan kamu tampilkan pada blog kamu nantinya.

Cara kerjanya: Semakin tinggi traffic yang datang ke blog artikel kamu > semakin tinggi kesempatan visitor blog kamu untuk meng-klik iklan yang tayang > semakin besar pemasukan kamu dari AdSense.

Hal yang Harus Diperhatikan dari AdSense

Perhatikan benar-benar format iklan yang akan tayang di blog kamu. 

Jangan sampai karena terlalu “serakah” ingin memperoleh pendapatan yang cepat dari AdSense, pada akhirnya malahan mempengaruhi UX (User Experience) website/blog kamu.

sumber: ghacks.net

UX jelek pengaruhnya apa? Ya traffic kamu jadi turun dan bounce rate jadi tinggi.

Bukan untung malah buntung jadinya kan?

Freelance Copywriter

Cara berikutnya untuk mendatangkan pemasukan dari ngeblog adalah: Menjadi Freelance Copywriter.

Jika blog kamu terkenal dan memiliki banyak pengunjung, otomatis kamu akan dikenal sebagai penulis artikel yang baik.

Hal ini akan membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan yang ingin website atau blog-nya tertulis secara profesional, mempergunakan jasamu.

Affiliate Marketing

Affiliate Marketing atau Pemasaran Berafiliasi juga termasuk banyak dipergunakan para blogger untuk menambah pundi-pundi mereka.

Cari afiliasi yang pas dan sesuai dengan niche konten-konten blog kamu. Kalau blog-mu berisi tips memasak dan resep-resep masakan, kamu bisa menjadi affiliate partner dari aplikasi belanja sayur online misalnya.

Hal ini supaya orang yang mengklik link affiliasi-mu semakin banyak, sehingga kamu jadi punya pemasukan lebih dari situ.

Leads Generated

Ini adalah cara yang paling sering digunakan pada blog-blog profesional.

Mengedepankan topik tertentu sebagai headline yang mengandung call-to-action pada paragraf pamungkas, bisa mengkonversikan pembaca blog anda menjadi leads. Jangan lupa mengkombinasikannya dengan Google SEO Tools supaya kamu bisa memantau tingkat konversi blog kamu.

Mengapa Harus WordPress?

Mengapa harus WordPress?

Jawabannya: Mengapa tidak?

WordPress sudah terbukti bertahun-tahun sangat, sangat, sangat, sangat, sangat “bersahabat” dengan search engine.

WordPress juga memiliki tampilan CMS (Content Management System) yang sangat mudah bagi semua orang. Bahkan orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman website (seperti saya).

Saya pertama kali (dan sampai sekarang) mengenal WordPress pada sekitar tahun 2006-an. Dan sejak saat itu saya jatuh cinta dengan CMS ini. 

Tersedia ratusan WordPress themes yang super keren. Atau mungkin seperti saya dan 7,999,999 web designer lainnya yang menggunakan plugin Elementor Web Builder. Dijamin website kamu tidak akan kalah keren dengan website-website kelas atas.

WordPress juga memiliki banyak SEO plugin yang bisa membantu kamu untuk memantau SEO score artikel yang akan kamu publish. Salah satunya seperti yang saya pergunakan, yaitu Yoast.

Bagaimana Cara Menulis Blog di WordPress?

Akhirnya sampailah kita kepada saat yang berbahagia. 

Pada section ini, saya akan mencoba berbagi pengalaman saya menulis blog di website berbasis CMS WordPress selama bertahun-tahun.

Semoga langkah-langkah yang biasa saya lakukan ini, bisa membantu blog kamu memperoleh traffic yang banyak dan berkualitas.

Kalau website kamu sudah terintegrasi dengan Google SEO tools, kamu bisa skip section ini langsung ke section Mulai Menulis Blog Kamu.

Kalau belum terintegrasi, yuk kita mulai dari langkah pertama. 

Integrasikan dengan Google SEO Tools

Setelah website berbasis WordPress kamu live, integrasikan website kamu dengan beberapa Google SEO tools yang esensial ini.

Google Search Console

Google Search Console adalah Google tools pertama yang harus kamu integrasikan dengan website baru kamu.

Kenapa? Karena Google Search Console berfungsi seperti “bagian pendaftaran website” pada Google Search.

Tetapi pertama-tama, buka website Google Search Console untuk membuat akun Google Search Console kamu terlebih dahulu. 

Caranya sangat mudah; cukup masuk dengan akun Google yang sudah kamu miliki.

Setelah itu kamu bisa memilih untuk mengintegrasikan website kamu berdasarkan Domain atau URL Prefix. Apa perbedaannya?

Integrasi Google Search Console dengan Domain
Google Search Console verifikasi domain

Menurut saya, kalau kamu memiliki akses ke cpanel website kamu, integrasi ini yang sebaiknya kamu pilih.

Karena setelah terintegrasi, semua URL di dalam domain kamu akan otomatis terintegrasi disitu. Baik itu dalam format: http://*, https://*, www.*, subdomain, dll. Semua organic trafficnya bisa terpantau di sini.

Setelah itu copy google-site-verification TXT record ke dalam DNS Configuration website kamu di cpanel.

Kalau kamu merasa kesulitan dengan proses ini, kamu bisa menghubungi kami di live chat di bawah ini. Atau klik tautan di sini.

Artikel khusus mengenai Google Search Console akan saya publish bulan depan, sabar ya 🙂 

Setelah domain kamu terverifikasi, kamu bisa tunggu bot dari Google untuk crawl data dari website kamu.

Integrasikan GSC dengan URL Prefix

Cara ini bisa kamu pilih kalau kamu hanya ingin memantau URL website kamu dalam prefix tertentu.

Bila kamu memilih URL https://(domain kamu).com, maka subdomain kamu tidak akan termonitor di dalamnya.

Kamu bisa mengunduh file *.html yang muncul, ke dalam folder public_html di cpanel kamu

url prefix google search console

Kamu juga bisa mengupload HTML tag ini ke header website kamu.

html tag google search console

Selain itu kamu juga mengintegrasikannya dengan akun Google Analytics atau Google Tag Manager.

Verifikasi Google Search Console dengan Google Analytics account
Verifikasi Google Search Console dengan Google Analytics account
Verifikasi Google Search Console dengan Google Tag Manager
Verifikasi Google Search Console dengan Google Tag Manager

Sama seperti cara sebelumnya, setelah terverifikasi kamu harus menunggu beberapa hari sampai Googlebot selesai melakukan proses crawling website kamu.

Google Analytics

Nah setelah Google Search Console kamu terverifikasi, sekarang saatnya mengintegrasikan tool selanjutnya, yaitu Google Analytics.

Masuk dengan akun Google kamu kemudian setup account name kamu.

setup account google analytics

Karena sekarang Google sedang giat-giatnya memperkenalkan Google Analytics 4 ke semua penggunanya, maka setelan default-nya adalah menggunakan setingan GA4.

Tapi kamu juga bisa membuat Universal Analytics property atau setelah Google Analytics yang lama. Cukup klik “advanced option” di bawahnya.

create GA Universal Analytics account

Kemudian klik “Create”. Sekarang saatnya pergi ke tool selanjutnya.

Google Tag Manager

Sama seperti sebelumnya, masuk ke tagmanager.google.com kemudian create account kamu.

google tag manager

Setup nama dan negara untuk akun kamu.

create google tag manager account

Kemudian beri nama container Tag Manager kamu dan pilih web.

create google tag manager container

Setelah itu kamu harus meng-input-kan html tag ini ke header dan body website kamu.

Saya juga akan membahas powerful tool ini pada artikel terpisah.

Analisa dan Riset Keyword

Setelah semua Google tools kamu terinstall dengan baik, sekarang saatnya untuk menentukan topik blog kamu.

Sebelumnya saya sudah menulis secara rinci beberapa tool riset keyword gratis, yang akan sedikit kita bahas di bawah.

Google Search Suggestion

Google Search Suggestion

Kamu cukup mengetikkan kata pencarian yang ingin kamu jadikan topik, kemudian perhatikan rentetan saran yang diberikan oleh Google. Untuk lebih jelasnya klik di sini untuk melihat cara penggunaan Google Search Suggestion.

Ubersuggest

Ubersuggest

Tool yang satu ini juga sudah sering saya bahas. Tool buatan Neil Patel ini juga memiliki beragam fitur yang bisa membantu kamu dalam menentukan topik blog kamu.

Untuk lebih detailnya lihat cara menggunakan Ubersuggest di sini.

Keyword Surfer Chrome Extension

Tool riset keyword yang bisa kamu pakai secara gratis berikutnya ini cukup praktis. Karena kamu tidak perlu repot-repot mengakses website lain untuk riset keyword pilihanmu.

Kamu bisa melihat statistik keyword pilihanmu langsung dari Google Search kamu.

Untuk lebih jelasnya lihat di sini.

Answer The Public

Answer the public

Sayang walaupun belum tersedia pilihan untuk keyword bahasa Indonesia, tapi kamu bisa melihatnya di bagian alphabetical.

Di sini biasanya terdapat beberapa keyword yang dalam bahasa Indonesia juga.

Cara menggunakan Answer The Public untuk riset keyword ini bisa kamu lihat di sini.

Optimalkan LSI Keywords

Kepanjangan dari LSI Keywords adalah Latent Semantic Indexing Keywords. Artinya adalah beberapa keyword yang memiliki pengertian yang sama secara konsep. 

LSI keywords biasanya digunakan oleh search engine sebagai pembelajaran mengenai konsep luas dari sebuah keyword.

Cara paling mudah melihat LSI Keywords ini adalah melalui Google Search Suggestion yang sudah kita bahas diatas.

Dengan memaksimalkan LSI Keywords di dalam artikel kamu, gaya penulisan kamu jadi lebih mengalir karena kamu tidak perlu mengulang-ulang keyword yang sama.

Cek Kompetitor SEO Kamu

Satu lagi hal yang cukup penting sebelum kamu mulai menulis blog di wordpress website kamu adalah cek siapa saja top 10 kompetitor SEO kamu di page 1.

Bagaimana caranya? Lihat ke bawah ini

Cek Posisi Kompetitor di Google Search

Ketikkan keyword target mu di kolom pencarian Google Search. Kemudian lihat siapa saja yang berada di page 1.

Gunakan Keyword Surfer Chrome Extension untuk melihat detail dari website sainganmu ini.

Cek Domain Rating Kompetitor-mu di Ubersuggest

Setelah kamu mengetahui siapa saja sainganmu dari keyword tersebut, cek domain rating dari website kompetitor mu itu.

Masukkan alamat domain kompetitor mu di taskbar sebelah kanan yang bertuliskan “Competitive Analysis”. Misalnya saya mengetikkan hostinger.co.id sebagai website yang ingin saya cek, maka akan keluar hasil seperti ini

Bila muncul figur seperti ini, maka website kompetitor mu termasuk saingan yang berat 😀

Kamu bisa memilih keyword lain yang persaingannya tidak begitu berat.

Mulai Menulis Blog Kamu

Nah, sekarang setelah semua tools siap, sekarang saatnya menulis blog kamu di wordpress kamu.

Masuk ke dashboard wordpress website kamu, kemudian mulailah menulis.

Berikut langkah-langkah yang biasanya saya lakukan sebelum bikin blog wordpress.

Install Plugin Yoast SEO

Yoast SEO WordPress Plugin
Yoast SEO WordPress Plugin

Install terlebih dahulu Yoast SEO. Plugin WordPress ini sangat membantu kamu untuk mengaudit apakah SEO score di artikel kamu sudah bagus atau belum.

Dengan plugin ini, kamu juga bisa mengedit SEO Title dan Meta description dari artikel kamu.

Plugin Yoast SEO ini juga akan memberi tahu kamu bila blog kamu enak dibaca atau tidak.

Plugin ini juga akan otomatis mencantumkan setiap ada page atau post yang baru kamu publish ke dalam sitemap website kamu.

Keren kan?

Buat Kerangka Karangan dengan Mengoptimalkan Heading

Biasanya sebelum saya mulai menulis, saya menyusun kerangka dengan membaginya ke dalam beberapa heading.

Judul saya tuliskan dengan format H1. Perlu kamu perhatikan, setiap post atau page dalam website blog wordpress kamu hanya ada satu H1.

Setelah itu saya membuat beberapa heading dengan format H2. Tidak lupa saya menyelipkan 1-2 keyword di dalam setiap heading H2 tersebut.

Kemudian saya mencoba membagi lagi setiap section H2 tersebut ke dalam beberapa heading dalam format H3. Begitu dan seterusnya.

Hal ini saya lakukan karena Google memiliki hal yang disebut “Featured Snippet.”

Maksudnya Google mampu memecah satu artikel menjadi beberapa konten di bawah section heading-heading di dalam artikel tersebut. Kemudian mesin Google akan memutuskan section mana yang cocok dengan keyword yang dicari.

Google Search Featured Snippets
Google Search Featured Snippets

Jika artikel kamu memiliki struktur yang baik, kesempatan artikel kamu nampang di featured snippet seperti diatas, akan semakin besar.

Tulislah Blog Sesuai dengan Gaya Kamu

Meski mematuhi aturan teknis SEO, tapi kamu harus tetap ingat bahwa pembaca blog kamu adalah manusia.

Hal ini juga saya alami saat saya masih di tahap awal menulis sebuah artikel blog.

Pertama saya menulis alur yang enak untuk dibaca, namun saya lupa akan aturan-aturan teknis SEO seperti, keyword density, alt image, dll. 

Hasilnya artikel saya tenggelam di antara jutaan artikel yang terindex di Google.

Kemudian setelah saya memahami aturan teknis SEO, saya terbuai dengan hal-hal teknis ini sehingga saya menciptakan artikel yang kaku dan sama sekali tidak nyaman dibaca.

Sampai saat ini saya juga terus menerus belajar bagaimana membuat artikel blog yang nyaman bagi kedua belah pihak. Bagi manusia dan juga bagi mesin.

Kuncinya terus belajar 🙂

Cek Keyword Density pada Artikel Blog Kamu

Untuk hal ini, plugin Yoast SEO sangat memudahkan saya. Yoast akan memberitahukan, apakah keyword density kamu sudah cukup baik atau malah terlalu berlebihan.

Cek di Yoast section yang berada di bawah artikel postingan kamu. Kemudian pilih SEO analysis.

yoast seo analysis

Setelah itu cek di bagian Keyphrase density. Bila Yoast kasi sinyal ijo, berarti artikel kamu baik-baik aja 🙂

yoast keyphrase density

Ingat aturan Google mengenai keyword stuffing. Keyword yang muncul terlalu berlebihan juga bisa bikin website kamu jadi kena semprit.

Optimalkan Title Tag dan Meta Description

Ini yang seringkali orang-orang lupakan setelah membuat page atau post di website atau blog kamu.

Dengan Title Tag dan Meta Description yang mengandung keyword yang kamu targetkan, bisa bikin postingan atau page kamu nangkring di page 1 halaman pencarian Google atau search engine lain loh!

Caranya super-duper simpel:
yoast seo tools section

Di halaman edit post atau edit page scroll kebawah sampai kamu menemukan tools section Yoast. Isi pada kolom focus keyphrase dengan keyphrase atau keywords yang ingin kamu targetkan.

yoast seo tools meta title & description

Kemudian isikan keyphrase yang sudah kamu tulis tadi pada kolom SEO title, slug dan Meta description.

Lalu cek di SEO analysis seperti cara cek keyword density sebelumnya.

Kemudian cek di bagian Keyphrase in title dan Keyphrase in meta description.

keyphrase in meta description check with yoast seo
keyphrase in meta title check with yoast seo

Disini SEO title saya memang mengandung keyphrase, tapi tidak ada di bagian awal kalimat. Jadinya si mbak Yoast ini kasi sinyal orange.

Saran saya kalau kamu menemukan hal yang sama seperti ini: 

Kalau bisa kamu atur lagi untuk SEO title sesuai permintaan mbak Yoast. Tapi kalau tidak ya nggak apa-apa. Memang kita nggak bisa buat semua orang senang kan? 😛

Optimalkan Keyword di Alt Image

Nah kalau yang ini juga lebih sering dicuekin sama banyak blogger. Padahal kalau kamu mau “sedikit repot” dengan memberikan alt description di setiap gambar yang kamu pakai di artikel kamu, bukan tidak mungkin gambar kamu itu akan muncul di page 1 Google Suggestion Image Pack loh.

Ini contohnya:

google search image pack

Itu contoh yang saya alami sendiri untuk artikel yang saya tulis untuk salah satu klien saya.

Walaupun postingannya masih di halaman dua, ternyata karena saya memasukkan keyword yang pas sebagai alt image, gambar yang saya pakai di artikel tersebut nangkring di page 1 sebagai salah satu Google suggestion.

Caranya gampang banget! Cukup klik gambar yang kamu gunakan di postingan kamu, terus isi description image yang ada di kolom taskbar sebelah kanan dengan keyphrase kamu.

Perhatikan Juga Readability Score

Readability score biasanya berhubungan dengan panjangnya setiap kalimat, paragraf, penggunaan kalimat aktif/pasif, dan lain sebagainya.

Kamu bisa cek di section yang sama hanya saja klik untuk pilihan Readability

yoast readability score

Ini berkaitan dengan enak-tidaknya artikel kamu dibaca oleh manusia. Karena walaupun yang menentukan posisi artikelmu di halaman 1 search engine adalah bot crawling, tapi tetap saja, banyaknya pengunjung yang berlama-lama membaca artikel kamu menjadi poin utama penilaian dari search engine bot.

Usahakan sampai mbak Yoast kasi sinyal hijau ke artikel-mu 😀

Publish Artikel Blog Kamu

Okay! Artikel blog kamu sudah siap tayang, langsung klik publish dan cek seperti apa tampilannya pada berbagai browser dan device.

Bila ada yang dirasa kurang pas, jangan pernah ragu untuk perbaiki lagi dan lagi.

Karena makin banyak perbaikan yang kamu lakukan, makin besar kemungkinan artikel kamu show-off di page 1.

Cek Index Artikel Kamu di Sitemap 

Terakhir, cek apakah artikel kamu sudah terindex di sitemap.

Caranya pergi ke dashboard Yoast.Kemudian klik section Features

yoast feature dashboard

Setelah itu scroll kebawah hingga sampai ke bagian XML Sitemap. Kemudian arahkan kursor kamu ke icon “?”.

yoast xml sitemap

Klik dan pilih “See the XML Sitemap”. Atau kamu bisa juga langsung cek di https://(isi nama domain kamu)/sitemap_index.xml

yoast xml sitemap generator

Kamu akan disuguhi tampilan seperti ini:

xml sitemap

Pilih yang (domain kamu)/post-sitemap.xml

xml sitemap posts

Cek apakah artikel baru kamu sudah terindex disitu. Kalau sudah, tugas kamu sudah selesai, dan biarkan search engine bot yang bekerja.

Kesimpulan Cara Menulis Blog

Apapun tujuan blog kamu, pastikan beberapa langkah berikut sebelum memulai menulis blog:

  • Integrasikan blog kamu dengan Google Analytics dan Google Search Console
  • Keyword Research / Riset Keyword
  • Install plugin Yoast SEO atau plugin-plugin SEO tools lain
  • Buat kerangka karangan yang terstruktur
  • Tulis blog untuk manusia, ciptakan artikel yang enak dibaca
  • Cek keyword density atau intensitas keyword yang ditargetkan dalam artikel kamu
  • Optimalkan title tag dan meta description
  • Cek indexing artikel baru kamu di sitemap.

Nah semoga sekilas tulisan ini bisa bantu kamu dalam menulis blog yang tidak hanya berkualitas untuk pembaca, tapi juga bagus untuk mesin pencari.

Selamat berkarya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tentang Penulis.

Diki Atmodjo

Diki Atmodjo

Co-Founder & CMO of YILD Creative Marketing. Graphic Designer yang kesasar di jalan yang benar. Kini mendalami SEO, Web Design, Paid Campaign dan Melatih koreografi 2 anjingnya.
Analisa Gratis Websitemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ANALISA WEBSITEMU.